Facility Sharing Nursing Home

Berbagi Fasilitas (Facility Sharing) sebagai Cara Mengoptimalkan Interaksi Sosial antara Penghuni Panti Lansia dengan Masyarakat di Sekitarnya

Dengan alasan keamanan dan keselamatan penghuni panti lansia, beberapa pengelola panti lansia melarang penghuni untuk bepergian keluar kompleks panti. Padahal kegiatan bepergian bagi penghuni panti lansia selain merupakan aktivitas yang bertujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya belanja, potong rambut, dan lain sebagainya, juga menjadi salah satu cara untuk melakukan pertemuan dengan kenalan, teman, tetangga dari lingkungan yang ada di sekitar panti.

Mengamati interaksi yang terjadi diantara penghuni panti dengan masyarakat di sekitar panti, ternyata dapat diidentifikasi bahwa interkasi sosial tersebut terstimulasi dari kegiatan-kegiatan:

  1. Aktivitas terkait belanja sehari-hari
  2. Aktivitas terkait kunjungan kenalan/kerabat
  3. Aktivitas keagamaan, dan
  4. Aktivitas terkait kesehatan, olahraga dan rekreasi.

Yang menarik, aktivitas-aktivitas tersebut distimulasi oleh adanya fasilitas-fasilitas yang digunakan secara bersama-sama oleh baik penghuni panti maupun masyarakat yang tinggal di sekitar panti, misalnya:

  1. Mushola, yang dimliki panti dan dimanfaatkan oleh tidak saja penghuni panti namun juga oleh warga
  2. Lapangan olahraga, yang dimiliki panti yang dimanfaatkan sebagai tempat bermain oleh anak-anak (warga) sekitar namun kemudian menstimulus penghuni panti untuk terlibat dalam permainan
  3. Klinik, yang dimiliki panti, menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang boleh dimanfaatkan pula oleh warga sekitar
  4. Aula, yang dimiliki panti yang kegiatan-kegiatan yang diwadahinya melibatkan warga sekitar, selain penghuni panti itu sendiri, misalnya kegiatan pengarahan pemeliharaan kesehatan dan kegiatan kesenian bersama.
Foto1. Warga bersama penghuni panti bersama-sama memasuki klinik (sumber: survei lapangan,2012)

Foto1. Warga bersama penghuni panti bersama-sama memasuki klinik (sumber: survei lapangan,2012)

Foto2. Cek kesehatan (sumber: survei lapangan,2012)

Foto2. Warga bersama penghuni panti bersama-sama cek kesehatan (sumber: survei lapangan,2012)

Foto3. Warga bersama penghuni panti melakukan kegiatan kesenian bersama-sama di aula milik panti (sumber: survei lapangan, 2012)

Foto3. Warga bersama penghuni panti melakukan kegiatan kesenian bersama-sama di aula milik panti (sumber: survei lapangan, 2012)

Berawal dari kegiatan bersama antara penghuni panti dan warga masyarakat di sekitar panti tersebut, pertemanan dan pergaulan antara mereka menjadi berlanjut dan terus terpelihara. Yang menyenangkan, ternyata kegiatan bersama tersebut merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh kedua belah pihak (penghuni panti dan masyarakat). Demikian pula dengan kegiatan ikutannya tersebut (pertemanan dan silaturahmi yang terus terjaga)

Ketika penghuni panti dibatasi atau bahkan dilarang oleh pihak pengelola panti untuk pergi keluar panti (karena berbagai alasan), maka keberadaan fasilitas yang dipakai bersama tersebut di dalam area panti, menjadi cukup strategis dan menguntungkan bagi penghuni panti. Dari perspektif warga atau masyarakat di luar panti, beraktivitas di dalam area panti sesungguhnya tidaklah merugikan bahkan justru memberikan banyak manfaat secara fisikal.


Kontributor: Diananta Pramitasari

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.